Friday, January 20, 2012

Part 3

Bisa dibilang perjalanan cinta bunga tak semulus orang-orang, filip yang pergi begitu aja tanpa pernah tau perasaan bunga yang sebenarnya, walau hati sedih, bunga tetap bersemangat move on, dia mencoba keberuntungannya dengan berkenalan dengan sahabat lelaki temannya, namanya lerix, lerix lelaki yang ga pernah ditemui oleh bunga, dia hanya mau move on, walau ragu bunga tetap berusaha, berusaha mencari cita sejatinya, tanpa memikirkan jarak bunga berhubungan dengan lerix, layaknya orang pdkt pada umumnya, lerix mencoba sms bunga setiap hari, bangun pagi wajah bunga selalu cerah ceria, apalagi yang membuat bunga tersenyum kalau bukan sms yang dia terima dari lerix,isi smsnya kira-kira begini, "hai..putri cantik, aku bersama matahari pagi datang menyapamu, mulailah pagi ini dengan senyum, dan Tuhan akan selalu mejagamu putri cantikku". Sepertinya semua perempuan di dunia ini akan terbang setelah membaca sms sepeti itu, ga terkecuali bunga, si gadis cupu yang sangat takut untuk dekat dengan lelaki, akhirnya menyerah, dia mulai membuka hati, walau sedikit karna nama filip masi tetap di hati, dia tetap berjuang, mindsetnya selalu berpikir, "gw harus nyobain yang namanya pacaran,do know why? cause my stupid friend's mounth." Oke, hari- hari bunga diisi dengan senyum yang ga jelas, tangan mulai sibuk megang hp,bukan seperti bunga yang biasanya, walaupun kayak gitu, bunga masih belum percaya paada orang lan 100%, sama sekali ga pernah terbersit di kepalanya , buat sms lerix duluan, buat commment status lerix di beberapa situs sosial, dia hanya baca, seolah-olah lerix di sebelahnya lantas dia enggan untuk berkomentar, iyaaa bunga si gadis lugu yang masih ga ngerti harus buat apa supaya hubungannya dengan lerix ada hasilnya, bisa dibilang bunga ga berbuat banyak hanya menunggu aksi dari lerix, orang di belahan dunia mana pun kalo jadi lerix juga binggung ada apa dengan bunga, kenapa begitu dingin menangapi lerix, no meeting just communication by phone. Lerix memang lelaki baik atau lelaki yang sedang berupayah untuk mendapatkan status, bunga ga tau persis saat itu, dia cuma bahagia lerix memperlakukannya dengan baik, seolah" menjadikannya ratu tercantik di dunia, bunga berbanga hati, akhirnya ada lelaki yang mau berjuang buatnya, ada sosok lerix yang menemaninya meski dari jauh. Keadaan tiba-tiba berubah saat itu bunga sama sekali ga nerima sms dari lerix, beberapa hari dia menunggu tapi ga ada kabar,saat itu hati bunga mulai carut-marut, tapi seperti biasa dia berpura-pura kuat di depan teman-temannya, dia bahkan ga pernah nanya, kenapa lerix tiba-tiba ga ada kabrnya, bunga si gadis bodoh itu hanya berpikir kalo lerix pasti banyak urusa, pasti lagi sibuk banget kerjaannya, mungkin banyak berkas yang diaudit, karna pernah lerix ga ngasih kabar ke bunga dan tiba-tiba dia sms minta maaf, soalnya atasnya turun ke lapangan buat pemeriksaan jadi kerjanya nambah karna banyak berkas yang harus diaudit, jadi kejadian kali ini, bunga hanya berpikir positif, dia meyakinkan dirinya bahwa ga ada apa-apa yang terjadi, lerix baik-baik aja, dia cuma lagi banyak kerjaan jadi ga sempat ngasih kabar, walau sedih, walau bunga berharap bisa melakukan sesuatu untuk lerix, tapi nyatanya bunga hanya bisa diam karna takut ngegangu lerix. Waktu itu seperti itu seperti biasa, bunga dan temennya desi, lagi nonton tv, tiba-tiba sari dateng nyamperin, walau kamar desi sempit, meraka selalu gunain buat bergosip ria, malam itu biasa aja, bunga dan sari tetap menonton tv, sedangkan desi seperti biasa selalu sibuk dengan hp nya,saat itu keadaan sunyi, tiba-tiba desi nyablak, what lerix pacaran sama orang lain, serius ini?! bunga yang denger mencoba tegar, padahal jantungnya ntah udah pergi kemana untuk beberapa detik, matanya fokus ke tv, setelah menarik nafas, dia ngelihat desi, memberi senyum simpul sambil ngomong ngomong," ohhh lerix punya pacar..ya udah gpp namanya juga kebebasan, terserah dia mutusin dia maunya sama siapa, mungkin dia ga ngerasa cocok sama aku,gpp kok, menyoba meyakinkan desi, karna lerix temennya desi. Bunga bangkit berdiri, pergi ke kamarnya, menarik nafas lagi hingga akhirnya air matanya keluar, "seharusnya desi yang nguatin aku, bukan aku yang ngeyakinin desi kalo aku ga kenapa-kenapa, nyatanya aku terluka, nyatanya aku nangis, nyatanya aku tersakiti, nyatanya aku salah, selama ini aku bukan princes-nya lerix,itu lah yang bisa diungkapkan bunga di dalam hatinya, bunga mencba untuk ga marah, bunga mencoba memahami situasi lerix, kenapa sampe itu terjadi, bunga meyakinkan diriya bahwa itu terjadi karna salahnya, karna salah bunga yang ga ngejaga lerix baik-baik, karna bunga kurang peduli dengan lerix,karna bunga ga ada di sebelah lerix waktu lerix butuh, dan memang semua ada masanya, masa dimana lerix membuatnya tersenyum dan masa lerix membuatnya mengeluarkan air mata.

No comments:

Post a Comment