Thursday, February 2, 2012

Part 4

Filip ataupun Lerix bukan hal yang penting lagi dikepala bunga, kesibukannya menyusun tugas akhir telah menyita perhatiiannya, semua perhatiiannya tertumpu pada tugas akhir yang sebenarnya cuma dipandanginya sejak sebulan lalu judul project itu diapprove, ntah apa yang dipikirkannya saat itu, benar-benar ga ada orang bisa membantunya, bukan seperti biasanya anita selalu ada buatnya, menelponnya menyuruh ke kostan untuk mengerjakan bareng, tapi kali ini bunga sama sekali ga mau ngerepotin anita,karna dia tau anita sedang ada masalah dengan pacarnya, lagian selama ini anita sering membantunya.

Bunga sering mengalami kejenuhan dikostanya, sering sekali dia memutuskan meninggalkan kostannya dan nginep di tempat kaka angkatnya, kaka dari teman baiknya, seorang teman baik yang sudah menemaninya sejak 9 tahun yang lalu, walau sering ada kerikil yang membuat bunga kadang jenuh beberapa saat pada teman baiknya itu, tak membuat bunga pergi meninggalkan perempuan paruh baya itu, bunga sayang dengan dia, malam itu seperti biasa bunga selalu bercerita, entah itu tentang kuliahnya, ntah itu tentang lelaki yang disukainnya, atau membicarakan tentang temen kostan sendiri yang kadang membuat emosinya tidak stabil.

Bunga selalu bertanya, "El kenapa sih kamu selalu jadi pendengarku? kenapa bukan orang selalu berceloteh seperti aku?"
Elsa memandangnya,memberikan senyum simpul sambil berkata," aku bahagia, bisa dengar suaramu, dengar suaramu udah cukup menyejukkanku, aku suka denger cerita-cerita mu dengan emosi yang selalu naik turun, aku suka, aku bakal selalu jadi pendengarmu,karna aku suka."
Jawaban Elsa benar-benar menghatkan hati bunga.
Sewaktu bunga mulai bercerita tiba-tiba Elsa menari nari dihadapannya, bak putri yang ingin dipinang oleh seorang pangeran, bernyanyi di kaca, kemudian memaksa bunga menyiris rambutnya, pemandang yang tak biasa itu membuat bunga bertanya di dalam hatinya,"ada apa dengan elsa?"
Dengan perasaan ragu ragu Bunga mencoba megeluarkan suara,"el, kamu baik baik aja kan?"
Elsa menatapnya tajam, kemudian dirampasnya sisir itu dari bunga,lalu dia mengarahkan wajahnya ke bunga, masi dengan tatapan yang tajam,lalu tiba tiba tertawa, "kamu...teman baik ku tapi kenapa ga percaya samaku?" katanya dengan suara lantang yang membuat bunga merasa aneh, saat itu ka meli, yang menjadi kaka angkat bunga sedang tidak berada dikostan. Ada perasaan tak menentu menyelimuti bunga saat itu, tapi dia berusaha tersenyum, tiba tiba hp bunga bergetar,ada sebuah pesan singkat,

From :ka_michella
hi..dek, kaka minta tolomg jagain Elsa dulu ya, bentar lagi kaka balik cuma agak malem...
kamu jangan tidur dulu ya....
merasa sms itu biasa tapi sedikit aneh, dalam hati bunga berpikir, biasanya juga ka michelle selalu balik malem, ya ga karna tugas ya karna pelayanan yang membuatnya survive dalam melakukan apupun. ya udahlah pikirnya dalam hati.

"Bunga,besok bastian mau main ke kostan.." katanya dengan senyum termanis yang membuat pipi mengeluarkan rona pink.
"bastian??!! who is that guy??" tanyanya pada elsa.
"bastian itu lelaki paling cakep diangkatan ku, dia juga satu kelas denganku, selalu duduk disebelahku, yang membuat dekup jantungku naik turun, katanya aku cantik dan dia memintah ku jadi kekasihnya". kata elsa sambil memelukku.

Aku cukup senang ada lelaki yang memperhatikan Elsa, setelah 3,5 tahun yang lalu ia menyukai diam diam seorang teman yang ga pernah membalas perasaannya, dan lebih menyakitkan lagi bunga tau jelas kalo lelaki itu menyukai teman sekelasnya yang lain bukan elsa.
Tapi itu lebih baik daripada dia terus berharap.
Setelah kejadian itu belum pernah didengar oleh bunga, elsa menyebut pria yang disukainya, atau lebih tepatnya, dia hanya fokus untuk belajar, walaupun bunga tau bahwa sebenernya banyak tekanan yang memaksanya untuk bisa survive seperti ka michella.

Senyum yang tulus dilemparkan bunga kepada elsa.
"Selamat yaaa... aku senang kamu jatuh cinta lagi, semoga dia yang terbaik yaaa... kamu harus kenalin dia ke aku!!",kata bintang sambil memeluk elsa.
si pemilik rambut panjang itu terus bercerita tentang bastian, kali ini bintang yang jadi pendengar yang baik buat elsa, sepertinya elsa tidak merasakan lelah sama sekali, dia terus bercerita sambil menari dan menyayi, bunga saat itu tidak merasakan suatu keganjilan, pikirnya setiap orang yang jatuh cinta akan mengalami gila ringan dan akan sembuh sendiri, tanpa ada obat atau dokter yang menyembuhkan, hanya si pasien yang dapat mengobati dirnya sendiri.
Efek elsa bercerita tentang percintaannya seperti seorang ibu peri yang menyampaikan dongeng ditelinga bintang membuatnya tertidur lelap. ntah sudah berapa jam dia tertidur, tiba tiba suara pintu membuatnya tebangun, dilihatnya kearah pintu elsa di pintu kamar itu, dilihatnya pakaian elsa begitu rapi, cepat bunga bertanya pada elsa, "el kamu mau kemana malam malam gini?"
"ga kok, aku cuma mau keluar bentar mau menikamati dinginnya malam sama bastian",masi dengan senyum yang mekar di wajahnya.
"bastian?? dimana dia?

No comments:

Post a Comment