perasaan ku sedang melankolis sekarang.
ntah apa yang buat aku segitu plin-plannya utk putus darinya, awalnya aku ingin cari masalah dulu darinya baru ku bilang putus.
apa itu baik?
apa sebenernya yang menyebabkan aku putus dengannya?
sebenernya aku sangat nyaman padanya, berpikir kalau dia orang yang paling mengerti tentang ku.
awal pertemuan ku sangat singkat.
wktu itu aku berkenalan denganya lewat dunia maya, ya seperti biasa aku banyak berkenal sama pria lewat dunia maya,
awalnya ku pikir buat main-main doank, karna waktu itu aku lagi sakit hati juga, seseorang yg kupikir bakal menjadi
kekasih ku tega mengkhianati kepercayaanku, tapi aku sudah memaafkannya, walau akhirnya aku bertemu lagi padanya,
bukan gk mungkin aku kembali padanya dan menjadi kekasi buatnya karena pertemuanku waktu itu dengannya,
aku bisa merasakan kalau ada sesuatu yang beda ketika dia memandangku dan memeperlakukan ku layaknya seorang putri.
(hhhhmmmm...aku mulai kegeeran sendiri)
tapi rasa cinta ku pada teman chatku dan telah menjadi pacarku saat itu dan disaat bersamaan
hubungan ku bersamanya putus,membuat ku tak berdaya,
aku seperti seolah tiada daya waktu itu, memikirkannya terus menerus berharap dia berada disampingku, tapi dia tak pernah
ada di samping ku.aku mencoba mengalihkan perhatianku ke beberapa pria,tapi hasilnya tetap nihil.
aku tetap memikirkannya,jiwa ku seolah diikatnya dengan cintanya,dikatnya dgn sangat kuat sehingga membuat ku
tak bisa lari darinya.
sampe akhirnya ku pikir dia lah belahan jiwa ku yang sesunguhnya, aku sayang dia,dan benar adanya,aku mencintainya,
tapi mungkin dia bukan belahan jiwaku.
tau kah kau teman ketika kw hrs memilih antar cinta dan keluarga?
kw hanya bisa menghela nafas,merasa dirimu yang paling benar,dan orang lain tidak mengerti dirimu,
krn mereka penggangu hubunganmu.
mugkin itu yang ku rasa kan.
mungkin kah aku mengatakan kepadanya, klw banyak orang yang gk setuju dengan hubungan ini?
dia mungkin tak akan mengerti aku dengan apa yang ku jelaskan.
ingin ku cerita kan siapa aku sebernya, ku kuk katakan semua luka yang pernah ku rasa kan.
tapi aku tak pernah punya kesempatan, walau aku punya kesempatan tak mudah untuk tuk mengatakan semuanya.
kami pun tak pernah bertemu semenjak incident baliknya hubungan ku dengan dirinya.
aku sendiri di negri orang ini, mencoba hidup di dunia baru.
mencoba mencari teman, gk gampang, butuh proses tapi akhirnya aku menemukan mereka.
hati ku mulai terbuka dengan mereka.
ku ceritakan keluh kesah ku pada mereka, walau mungkin tak sepenuhnya.
ku ceritakan dengan cara yg lebay ya krn aku emg lebay kata mereka..hahahaha..
aku gag sakit hati dengan kata-kata itu, karna itu cuma bercandaan doank, hahaha..
kata temen saya hidup itu indah (*p)
dan sekarang aku mulai lebay lagi,sebenernya dan sejujurnya aku butuh dia, bener adanya.
air mata ku pun keluar ketika aku memutuskan untuk putus darinya, sakit rasanya,aku gk bisa ngebayangin klw
dia gk ada.walau jauh aku masih ingin terus bersamanya.
tapi keadaan berkata lain,ada suatu rahasia yg membuat aku gk tenang apa aku harus cerita apa yang udh aku dengar,
tapi aku takut melukai perasaannya.
aku tak memandangnya dari segi masalah itu, aku ingin dia yang apa adanya,tapi apa orang peduli dengan itu?
tapi ketidakpedulian orang itu membuat ku sadar kalau aku harus ngambil keputusan.
keputusan???
berat rasanya,sakit banget,ntah dia mengerti akan hal ini atau gak,aku juga gk tau.
aku ingin bilang klw aku terluka dengan kejadian ini tapi gimana aku mw ngomong,aku ingin bilang secara langsung,
tapi aku seolah tak memberinya waktu untuk menyelaskan semuanya.
ku biarkan ini hanya menjadi rahasia ku semata.
aku tak ingin menunggu terlalu lama lagi,aku tak ingin perasaan ini terlalu dalam.
walau benar adanya cinta itu buta,tapi jarak yg tak pernah menyatuhkanku dengan dia,
membuat ku memilih untuk mundur dan sunguh berat adanya,tapi hanya kata 'maaf' yg bisa ku ucapkan untuknya.
No comments:
Post a Comment